Sabtu, 26 Juni 2010

Akhlaq adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, maka perbaikilah Akhlaq-Mu

Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup in yang lebih baik , maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna Akhlak sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang lebih baik .


Pada dasarnya menngenal akhlak mengenali keadaan batin seseorang, oleh karena itu marah belum tentu bermakna benci, menolak belum tentu bermakna tidak simpati, tidak mau memberi belum tentu bermakna tidak mencintai, membiarkan belum tentu bermakna tak peduli, meninggalkan belum tentu bermakna marah, diam belum tentu bermakna ngambek.. Di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, nilai suatu perbuatan bukan pada perbuatan itu sendiri, tetapi pada apa yang ada di balik perbuatan itu, yakni niatnya, keikhlasannya, kesabarannya, ketabahannya dan hal-hal lain yang bersifat rohaniah.

Akhlaq adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan; tanpa melalui maksud untuk memikirkan (lebih lama). Maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, dinamakan akhlaq yang baik. Tetapi manakala ia melahirkan tindakan yang jahat, maka dinamakan akhlaq yang buruk.

Maka dari itu Perbaikilah Akhlak, baik akhlak kepada Allah maupun kepada makhluk-Nya. Karena akhlak yang mulia adalah inti ajaran Islam yang dibawa oleh para Rasul.

Untuk melihat kualitas akhlak seseorang bisa dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Akhlak kepada Allah


Akhlak kepada Allah yang meliputi keimanan dan tauhid serta beribadah kepada-Nya tanpa berbuat syirik dan maksiat sedikitpun dan mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad Shallallahu alaihi wassalam . Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist.


2. Akhlak kepada ciptaan Allah


Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah dalam berhubungan dengan sesama makhluk Allah meliputi pergaulan pribadi ataupun pergaulan didalam masyarakat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam membawa akhlak yang agung bersumber dari wahyu Ilahi untuk menjadi teladan bagi orang yang beriman.

Allah Ta’ala berfirman : “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.“ (QS. Al Qalam: 4)


Aisyah radhiallahu’anha ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam menyatakan:“Akhlak beliau adalah Al Qur’an.“

[Hadits Shahih diriwayatkan oleh Muslim, Syarah Shahih Muslim Lin Nawawi (6/25) , Abu Daud dalam Sunan-nya(2/40), An Nasaa’I dalam Sunan-nya (3/199), Ad Darimiy dalam Sunan-nya (1/345)]



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Dan ikutilah perbuatan dosa dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya.Dan pergaulilah orang dengan akhlak yang baik.”(HR. Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, hadits hasan sahih)


Jadi mulailah dari sekarang perbaiki akhlak kalian kepda Allah subhanahu wa Ta'ala dan Makhluk-Nya Karena akhlak yang mulia adalah inti ajaran Islam yang dibawa oleh para Rasul.

Di riwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”. Sahabat berkata : “Ya Rasulullah…kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong”

(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)


Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa makna tsartsarun adalah orang yang banyak bicara dan suka menyerobot pembicaraan orang lain. Sedangkan makna mutasyaddiqun adalah orang yang suka berbicara dengan gaya bicara yang meremehkan orang lain seolah-olah dia adalah orang paling fasih, itu dilakukannya karena kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.

(lihat Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 397)

Semoga Bermanfaat ..

Semoga Allah selalu membimbing kita

dengan ilmunya sehingga kita semua terhindar

dari perbuatan yang keji dan mungkar.

Amin

Wassalam,

Hadist compas : Wall Ibu Novi Chayanti


Andi .Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar